well hello blog. Im blacklisted at 4th March two thousand and eleven.
and I dont know why. I still wondering, what happen to him? is the problem still same?
is it just about jealousy? why? how can? is he still cant forgive me?
malem itu aku marah2. marah yang sedih. marah yang kecewa. aku inget semua kejelekannya, dan untuk malam itu saja aku gapengen ada namanya dalam percakapan panjang ku sama dina.
tapi nyataya aku gabisa, aku masih selalu menyisipkan kata2
"dulu waktu aku sama..."
"coba kalo dia...."
"oh iya dulu dia juga pernah..."
dan masih banyak lagi. sumpah, aku sampe heran sendiri kenapa bisa kaya gitu.
oh iya kenapa aku bisa marah. aku tadinya mikir, dia tu hobinya bikin cewe nge fly terus jatuhin lagi ke tanah.
sakit. banget. u know?
bermodal kenyataan aku di blacklist dan inget semua kejelekannya,
aku langsung ol ym dan click dua kali di nama dina.
terus langsung ngetik. "f brengsek. lucifer"
aku gatau.............................................
kenapa malem itu, untuk beberapa menit aku merasa aku benci banget sama dia.
aku nyesel udah kaya gini cuma buat cowok kaya dia.
nyesel banget, I regret for everything I've done for him.
aku ga percaya lagi sama dia.
yang ekstreme, aku sampe berpikir kalo dia ga pernah bener2 sayang sm aku.
aku bahkan ga percaya sama satu hal yang pernah dilakuin dia buat aku, yang artinya dia sayang banget sama aku.
aku sampe ga percaya itu semua.
untuk beberapa menit dalam hidupku di malam itu, aku benar-benar benci seorang f dan aku menyesal atas apapun yang aku lakukan untuk dia, dan aku tak percaya dia lagi.
tapi waktu dina bilang tentang dia sama gebetannya, reflek aku bilang "bagusan aku sama f dong..."
aku berpikir, hah apaapaan dia kan brengsek. gak gak gak. gak ada dia lagi.
tapi terus ak diem sebentar. aku biarin hape ku ting tang ting tung gara2 banyak ym masuk.
aku berpikir. aku ngrasa.... aku bilang tentang semua kebencian itu, tentang kejelekannya dan semua kata-kata kotor ku untuk dia malam itu cuma karena... aku takut.
itu semua untuk nutupin ketakutan ku, tapi aku ga sadar. aku nglakuin itu semua karena aku merasa ingin dianggap bisa tanpa dia. tapi aku salah. oke itu semua tetep keliatan.
aku takut. aku terlalu takut kehilangan dia.
aku udah kehilangan dia memang. tapi aku masih punya setitik kecil harapan,
aku masih bisa berharap akan ruang yang sangat kecil di hatinya untuk aku.
dan yang aku harapkan nanti akan makin besar seperti dia di dalam hatiku. irreplaceable
aku masih punya setitik kegeeran. kalau dia masih punya sedikit perasaan untuk aku. dan sepertinya aku ga akan berhenti berharap untuk setitik harapan itu.
aku masih bisa bernafas tanpa dia, aku masih bisa berdiri tanpa dia, aku masih bisa senyum tanpa dia, aku masih bisa ketawa tanpa dia, aku masih bisa dapet 8.00 di try out matematika tanpa dia, aku masih bisa ngerjain fisika tanpa dia (meski takut bgt kalo remidi-_-)
jadi intinya, kalau aku harus menghadapi kehilangan dia yang lebih besar dari ini semua, aku masih bisa hidup tanpa dia.
I still alive without you,
but not as good and as beautiful if I'm live with you.
Its life with many pains and hurts.