selamat malam.
pernahkah kalian merenung tentang apa yang selama ini ada di dalam hidup kalian?
tentang siapa saja yang pernah datang, pergi, pergi lalu datang lagi, dan yang masih terus bersama kalian?
aku sedang merenunginya.
kadang aku bertanya, kenapa sih aku harus ketemu dia? kenapa aku harus kenal dia dalam hidupku? sepertinya kalau nggak ketemu dia hidupku lebih baik, atau lebih gampang, dan sebagainya.
tapi kemudian aku sadar.
setelah merenung cukup lama, dan dalam mood yang bagus tentunya,
aku menemukan bahwa semua orang yang datang dan pergi dalam hidupku,
yang cuma 6 bulan dan yang 5 tahun, yang ada sejak aku lahir sampai sekarang...
semua tentu punya maksud. Allah nggak akan menghadirkan mereka begitu saja tanpa berbuat apa-apa dalam hidupku.
oke anggap saja kali ini kalian sedang mengikuti sebuah sandiwara yang tokoh utamanya adalah Aku. Aku dan beberapa orang dalam hidupku. yang sudah memberi pelajaran, yang sudah memberi tawa, memberi tangis, dan semua pengalaman yang pernah aku lalui.
ini aku, ingin menyampaikan terima kasih pada mereka semua karena telah ada di hidupku. entah hanya mampir, atau masih ada sampai sekarang.
pokoknya disamping hal-hal dan sifat-sifat dari mereka yang mungkin buat aku kesal, aku ingin berterima kasih.
dan aku harap potongan-potongan cerita dari mereka semua dapat membuat kalian ikut merenung. betapa ternyata kita melewatkan banyak hal baik yang telah Tuhan beri. betapa mungkin kita telah menyia-nyiakan orang-orang baik, orang yang sudah tulus untuk kita.
ini dia, surat cintaku untuk mereka.
Thursday, May 31, 2018
Tuesday, March 06, 2018
Di Sisi
tahu kah dirimu?
kadang kita berpikir terlalu banyak
mungkin karena kita takut
jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan
mungkin karena kita takut
jika kita tidak mendapatkan apa yang kita mau
mungkin kita takut bila semesta memisahkan
mungkin kita takut bila aku, atau kamu, pergi
tapi terlepas dari semua ketakutan itu,
tahu kah kamu bahwa aku selalu terpana
terlepas dari semua ketakutan dan pikiran buruk,
aku tenang saat ada dirimu
aku tenang saat melihat senyummu
aku tenang saat mencium wangimu
aku tenang saat menyentuh tanganmu
aku tenang saat bibirmu mengecup halus dahiku
aku hanya butuh kamu di sisiku.
iya itu saja.
kadang kita berpikir terlalu banyak
mungkin karena kita takut
jika apa yang terjadi tidak sesuai dengan yang kita inginkan
mungkin karena kita takut
jika kita tidak mendapatkan apa yang kita mau
mungkin kita takut bila semesta memisahkan
mungkin kita takut bila aku, atau kamu, pergi
tapi terlepas dari semua ketakutan itu,
tahu kah kamu bahwa aku selalu terpana
terlepas dari semua ketakutan dan pikiran buruk,
aku tenang saat ada dirimu
aku tenang saat melihat senyummu
aku tenang saat mencium wangimu
aku tenang saat menyentuh tanganmu
aku tenang saat bibirmu mengecup halus dahiku
aku hanya butuh kamu di sisiku.
iya itu saja.
Subscribe to:
Posts (Atom)