ya gitu.
malam minggu identik dengan orang-orang yang galau mau pergi kemana.
aku? galau ku cukup sekedar memilih mengerjakan tugas atau mengerjakan "pekerjaan".
ya. kalo tugas gak digaji, kalo pekerjaan digaji. hahah.
oh ya. sebenarnya aku agak sedang kesepian saat ini. entah kenapa.
aku punya seseorang yang... emm... ya aku jatuh cinta padanya.
diumur yang labil antara kepala 1 dan kepala 2 ini, aku sudah mulai sering membicarakan yang namanya nikah. entah efek pingin beneran atau pengaruh dari dakwah-dakwah di timeline LINE yang sekarang makin banyak saja.
aku pernah cerita gak sih? tentang dia, yang aku dambakan saat ini?
hm terlalu banyak dia di blog ini maaf ya.
tapi, dia yang ini benar-benar kudambakan.
sudah 3 tahun lebih aku mendamba dan saat otakmu mulai terbesit yang namanya "nikah",
dengan dialah aku mendambakan pernikahanku. elah.
kenapa menikah?
dari kecil aku selalu mencekoki otakku dengan cerita-cerita dan sastra roman.
tapi bukan karena novel juga sih ya...
entalah akhir-akhir ini lagi ngetren lagi nikah muda. tapi karena agama lho.
ya mungkin efek karena kiamat sudah dekat juga, rasanya dakwah dan unsur-unsur agama semakin terasa di kehidupan sehari-hari.
atau efek aku makin gede jadi makin paham dosa dan gak dosa? ehehe
yasudahlah. ohya.
mau balik ke masalah cerita dan sastra roman.
jadi dulu, dari SMP bahkan SD, udah baca novel yang genrenya 17+ hahaha.
bukan karena ada adegan joroknya, tapi 17+ karena isinya pernikahan dan perceraian
ada juga yang isinya tentang wanita karir gitudeh.
kemudian, menginjak usia hampir 20 tahun, aku mulai merasakan beberapa
kemiripan tokoh dan pola pikir dalam novel itu.
nih ya, galau sekarang benar-benar gak seperti galau waktu SMP.
nangis sekarang, sebabnya gak cuma karena novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris itu sad ending. hhh. engga.
sekarang, kamu akan menggalaukan yang namanya hidup. keluarga. orang tua.
sekarang aku mulai tahu kalau novel orang besar yang dulu aku baca itu ternyata dialami
saat manusia sudah mulai akan beranjak dewasa.
kamu harus udah mikir, kemana aku setelah lulus kuliah
apa prioritasmu? jadi wanita workaholic? atau family oriented, atau shopaholic dengan nikahin cowok yang sudah mapan dan sangat siap menghidupi kamu?
hal lain dari tokoh tadi adalah, aku menemukan bahwa ada perempuan yang stres karena gak bisa naik-naik jabatan. ada perempuan yang stres karena gak dapet-dapet calon suami. ada juga perempuan yang stres karena udah nikah tapi ternyata mentalnya masih mental main-main sama temen.
dan kemudian, aku mulai menemui itu sedikit demi sedikit dalam diri teman-temanku.
bukan sesuatu yang aneh ketika duniaku sekarang sudah dipenuhi obrolan tentang nikah dan statement "capek kuliah, mau nikah aja"
ada juga yang cuma "pengen nikah".
tapi aku juga punya teman yang pasang target menikah mendekati umur 30.
beberapa karena mereka pingin menikmati hasil pekerjaannya dulu seorang diri
beberapa karena masih pingin asik main-main sama temen genk jadi gamau mikir nikah dulu.
dan aku?
sejujurnya aku termasuk salah satu yang pingin nikah muda.
entah karena capek kuliah atau memang karena aku pingin ada sesuatu yang pasti dari hubunganku yang sudah 3 tahun ini.
dan 3 tahun ini, entah kenapa, selama tiga tahun itu aku merasa nyaman tanpa perlu banyak hal-hal lebay.
mencintainya itu, sederhana.
aku belum pernah mencintai seseorang sesederhana ini namun sangat dalam.
kami memang sederhana. tapi rasanya dalam sekali.
kami tak bertengkar hanya karena salah satu lupa pasang status nama pasangannya.
kami tak bertengkar hanya karena malam minggu gak ketemu atau lain-lain.
ya aku ingin, sederhana-tapi-dalam yang kami rasakan terus saja begitu sampai nanti-nanti.
aku ingin terus nyaman begini saja sampai nanti-nanti.
karena itu aku ingin menikah. menikah dengan dia, si sederhana-tapi-dalam.
kalau dulu aku pernah menyebut seseorang sebagai polaris, dia-ku yang ini adalah Sirius.
aku pernah menyebutkan disini juga, bahwa Polaris mungkin akan selalu tetap ada di belahan bumi utara namun, Sirius adalah bintang yang paling terang. seperti firman Allah pada Q.S An Najm ayat 49.
وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَى
"dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," – (QS.53:49)
dimanapun Sirius, dia lah yang paling terang.
dan dia akan selalu paling terang.
ohya tentang si Sirius itu.
aku dan dia berbeda. dia bintang paling terang, jelas banyak sekali yang dekat dengannya.
dia punya banyak teman, dia selalu dicari oleh siapa saja.
dan aku? aku tak punya teman.
ini adalah alasan kesekianku kenapa aku pingin cepat nikah.
teman-temanku yang punya teman, mereka enjoy banget main-main.
hidup mereka sepertinya asik. begitu juga dengan hidup si Sirius.
asik sekali.
aku merasa gak punya teman dan Sirius selalu menegur saat aku bilang gitu.
ya sebenernya nggak papa juga sih...
memang realita teman dia banyak dan teman aku bisa dihitung jari.
cuma kadang sedih juga sih, karena istilahnya teman dia yang banyak itu 9 dan aku 1.
9:1
mungkin kalau dia punya 10 hari untuk main, 1 untuk aku dan 9 untuk teman-temannya yang tersebar dimana-mana.
sayangnya gak hanya Sirius. gak hanya Sirius yang bikin aku minder.
teman-teman kampus, teman yang aku merasa aku dekat dengan dia,
ternyata dia lebih dekat dengan teman-temannya yang lain. oke gakpapa sih.
(dalam hati nangis, ternyata aku beneran gak punya teman).
aku ikut satu organisasi di kampus, dan entah lah mungkin lama-lama aku akan dikick juga karena sering gak dateng kumpul.
aku pernah mau jadi komting angkatan. dan kemudian aku malu-maluin di depan angkatan dan senior karena nangis... gak sanggup jadi komting.
kemudian sejak saat itu aku merasa terlalu memalukan untuk muncul di angkatan.
selain itu ya, karena aku merasa gapunya teman.
rasanya semua orang pasti punya entah satu, yang paling dekat dengannya.
tapi aku... orang yang aku rasa terdekat denganku, ternyata dia lebih dekat dengan orang lain.
dan aku tidak punya lagi orang lain yang bisa aku klaim sebagai "teman terdekat".
dan di malam minggu yang bikin bingung mau nugas atau ngejob ini,
aku jadi merasakan sekali kalau aku gak punya teman.
si lelaki dambaan alias sirius, pergi ngecamp sama teman-temannya. banyak kan temannya.
dan kuliat teman-temanku yang lain juga pada pergi sama teman-temannya juga.
entahlah. aku sendirian, tapi untungnya, tidak terlalu merasa kesepian.
karena selalu ada laptop dan sosmed hahahaha.
gak. ada grant gustin di the flash wuahaha.
yasudahlah. intinya aku merasa gak punya teman dan itu adalah salah satu alasan lagi kenapa aku pengen nikah aja wk~