Saturday, February 27, 2016

Ga Punya Teman?

hiiii so, happy saturday nite for whoever celebrate it (?)
ya gitu.
malam minggu identik dengan orang-orang yang galau mau pergi kemana.
aku? galau ku cukup sekedar memilih mengerjakan tugas atau mengerjakan "pekerjaan".
ya. kalo tugas gak digaji, kalo pekerjaan digaji. hahah.

oh ya. sebenarnya aku agak sedang kesepian saat ini. entah kenapa.
aku punya seseorang yang... emm... ya aku jatuh cinta padanya.
diumur yang labil antara kepala 1 dan kepala 2 ini, aku sudah mulai sering membicarakan yang namanya nikah. entah efek pingin beneran atau pengaruh dari dakwah-dakwah di timeline LINE yang sekarang makin banyak saja.

aku pernah cerita gak sih? tentang dia, yang aku dambakan saat ini?
hm terlalu banyak dia di blog ini maaf ya.
tapi, dia yang ini benar-benar kudambakan.
sudah 3 tahun lebih aku mendamba dan saat otakmu mulai terbesit yang namanya "nikah",
dengan dialah aku mendambakan pernikahanku. elah.
kenapa menikah?
dari kecil aku selalu mencekoki otakku dengan cerita-cerita dan sastra roman.
tapi bukan karena novel juga sih ya...
entalah akhir-akhir ini lagi ngetren lagi nikah muda. tapi karena agama lho.
ya mungkin efek karena kiamat sudah dekat juga, rasanya dakwah dan unsur-unsur agama semakin terasa di kehidupan sehari-hari.
atau efek aku makin gede jadi makin paham dosa dan gak dosa? ehehe

yasudahlah. ohya.
mau balik ke masalah cerita dan sastra roman.
jadi dulu, dari SMP bahkan SD, udah baca novel yang genrenya 17+ hahaha.
bukan karena ada adegan joroknya, tapi 17+ karena isinya pernikahan dan perceraian
ada juga yang isinya tentang wanita karir gitudeh.

kemudian, menginjak usia hampir 20 tahun, aku mulai merasakan beberapa
kemiripan tokoh dan pola pikir dalam novel itu.
nih ya, galau sekarang benar-benar gak seperti galau waktu SMP.
nangis sekarang, sebabnya gak cuma karena novelnya Ilana Tan yang Autumn in Paris itu sad ending. hhh. engga.

sekarang, kamu akan menggalaukan yang namanya hidup. keluarga. orang tua.
sekarang aku mulai tahu kalau novel orang besar yang dulu aku baca itu ternyata dialami
saat manusia sudah mulai akan beranjak dewasa.
kamu harus udah mikir, kemana aku setelah lulus kuliah
apa prioritasmu? jadi wanita workaholic? atau family oriented, atau shopaholic dengan nikahin cowok yang sudah mapan dan sangat siap menghidupi kamu?

hal lain dari tokoh tadi adalah, aku menemukan bahwa ada perempuan yang stres karena gak bisa naik-naik jabatan. ada perempuan yang stres karena gak dapet-dapet calon suami. ada juga perempuan yang stres karena udah nikah tapi ternyata mentalnya masih mental main-main sama temen.

dan kemudian, aku mulai menemui itu sedikit demi sedikit dalam diri teman-temanku.
bukan sesuatu yang aneh ketika duniaku sekarang sudah dipenuhi obrolan tentang nikah dan statement "capek kuliah, mau nikah aja"
ada juga yang cuma "pengen nikah".

tapi aku juga punya teman yang pasang target menikah mendekati umur 30.
beberapa karena mereka pingin menikmati hasil pekerjaannya dulu seorang diri
beberapa karena masih pingin asik main-main sama temen genk jadi gamau mikir nikah dulu.

dan aku?
sejujurnya aku termasuk salah satu yang pingin nikah muda.
entah karena capek kuliah atau memang karena aku pingin ada sesuatu yang pasti dari hubunganku yang sudah 3 tahun ini.
dan 3 tahun ini, entah kenapa, selama tiga tahun itu aku merasa nyaman tanpa perlu banyak hal-hal lebay.
mencintainya itu, sederhana.

aku belum pernah mencintai seseorang sesederhana ini namun sangat dalam.
kami memang sederhana. tapi rasanya dalam sekali.
kami tak bertengkar hanya karena salah satu lupa pasang status nama pasangannya.
kami tak bertengkar hanya karena malam minggu gak ketemu atau lain-lain.
ya aku ingin, sederhana-tapi-dalam yang kami rasakan terus saja begitu sampai nanti-nanti.
aku ingin terus nyaman begini saja sampai nanti-nanti.
karena itu aku ingin menikah. menikah dengan dia, si sederhana-tapi-dalam.
kalau dulu aku pernah menyebut seseorang sebagai polaris, dia-ku yang ini adalah Sirius.
aku pernah menyebutkan disini juga, bahwa Polaris mungkin akan selalu tetap ada di belahan bumi utara namun, Sirius adalah bintang yang paling terang. seperti firman Allah pada Q.S An Najm ayat 49.

وَأَنَّهُ هُوَ رَبُّ الشِّعْرَى
"dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," – (QS.53:49)

dimanapun Sirius, dia lah yang paling terang.
dan dia akan selalu paling terang.

ohya tentang si Sirius itu.
aku dan dia berbeda. dia bintang paling terang, jelas banyak sekali yang dekat dengannya.
dia punya banyak teman, dia selalu dicari oleh siapa saja.
dan aku? aku tak punya teman.

ini adalah alasan kesekianku kenapa aku pingin cepat nikah.
teman-temanku yang punya teman, mereka enjoy banget main-main.
hidup mereka sepertinya asik. begitu juga dengan hidup si Sirius.
asik sekali.
aku merasa gak punya teman dan Sirius selalu menegur saat aku bilang gitu.
ya sebenernya nggak papa juga sih...
memang realita teman dia banyak dan teman aku bisa dihitung jari.
cuma kadang sedih juga sih, karena istilahnya teman dia yang banyak itu 9 dan aku 1.
9:1
mungkin kalau dia punya 10 hari untuk main, 1 untuk aku dan 9 untuk teman-temannya yang tersebar dimana-mana.


sayangnya gak hanya Sirius. gak hanya Sirius yang bikin aku minder.
teman-teman kampus, teman yang aku merasa aku dekat dengan dia,
ternyata dia lebih dekat dengan teman-temannya yang lain. oke gakpapa sih.
(dalam hati nangis, ternyata aku beneran gak punya teman).

aku ikut satu organisasi di kampus, dan entah lah mungkin lama-lama aku akan dikick juga karena sering gak dateng kumpul.
aku pernah mau jadi komting angkatan. dan kemudian aku malu-maluin di depan angkatan dan senior karena nangis... gak sanggup jadi komting.
kemudian sejak saat itu aku merasa terlalu memalukan untuk muncul di angkatan.
selain itu ya, karena aku merasa gapunya teman.
rasanya semua orang pasti punya entah satu, yang paling dekat dengannya.
tapi aku... orang yang aku rasa terdekat denganku, ternyata dia lebih dekat dengan orang lain.
dan aku tidak punya lagi orang lain yang bisa aku klaim sebagai "teman terdekat".

dan di malam minggu yang bikin bingung mau nugas atau ngejob ini,
aku jadi merasakan sekali kalau aku gak punya teman.
si lelaki dambaan alias sirius, pergi ngecamp sama teman-temannya. banyak kan temannya.
dan kuliat teman-temanku yang lain juga pada pergi sama teman-temannya juga.
entahlah. aku sendirian, tapi untungnya, tidak terlalu merasa kesepian.
karena selalu ada laptop dan sosmed hahahaha.
gak. ada grant gustin di the flash wuahaha.

yasudahlah. intinya aku merasa gak punya teman dan itu adalah salah satu alasan lagi kenapa aku pengen nikah aja wk~

Friday, January 22, 2016

For almost 20 years.

22 Jan, 2016.
this is a flashback story from a girl who feel never listened... for about 20 years.

she... idk is she a good girl or not. but for now I bet she's the most annoying and selfish girl ever.
her biggest goals isn't to have iphone 6, wearing branded fashion or eating something special everyday.

her life goal is just to be... listened.
and to talk with her parents.

she grows up stress about school and grades. she should always be in the big three in class.
then what she get after being 1st, 2nd, or 3rd in class?
just a regular sentence "ya memang harusnya begitu".

she wonders how about her friends who get a "naik kelas" present. and how about her. ok, she's not the type of person who wants a repayment.
she just wanna get appreciated.
6 years in elementary and she always ended up fever whenever exam comes.
not bad.
her struggle bring her to one of the best junior high school in the city.

in her new junior high, she's worry because she's just an uptown girl. no not westlife song. mean, she lives in upper part of the city, in periphery. not central. just suburban, not urban. she has to spend about 45min-1 hour for going to school. and 1h for going home.
but its not about the distance.
its about her confidence to compete and interact with ppl from greatest elementary school in town. and what about her? she's just...

fortunately, she survived. survived from terrible mathematics "minimum grade", survived from some bullying and many other happy or even terrible things she had in school. without telling anyone. cs, she knows her story means nothing and who will listen? that's what makes her become very active twitter user. yup just like the other depressed girl out there, only have internet to share.

even it looks not really good, but she loves her junior high school so much. she got some amazing friends she never forget till now. some of them stayed and she's just... love them so much.
till the time she graduate and have to enter senior high,
she came to one of best senior high school in the city too.the best one, the place where (almost all) of her best friends from junior high going here.
andd she's rejected. she has to go to another school, the other best. but one place that she actually hate. compete in here just feel harder than in her junior high.
idk she has to act like everything's fine but actually she living first one year on this school without her mind here too.

she hates to pretend when interacting with others. she hates too much pencitraan.
well she admit she's just not pretty, simple and she has nothing. her life goal is just to graduate from here as soon as possible. she wasn't thinking about finding a guy.. wait, haha finding a guy?
she's understand once again, what's her compare to that hundreds popular and beautiful girls in her senior high. she just nothing.
she don't even want to join any extracurricular if that thing don't affect score.
but there's also other luck, she meet one great friend here. this girl is the reason she can enjoy the first year in this high school. they were same. they have same dreams, they experienced same things and hurt feelings. they so excited about adventurous things. they planned to hike mountain, to travel the world. everyday they talk about travel and travel on the way school and home. they just same.
and till now, they're till the same. even they're apart for about 5.000+ km, she still need this girl so bad.

in the second years of her high school, she meet a boy. she doesn't interest at all, firstly. she know he's not the type of guy who want a girl like her. it's like she's on the bleacher and his favourite girl is cheer captain.
but once again it's out of her expectation. he can make her eyes open to the beautiful moments of senior high school. he take her out from her desperation, telling she's an unpopular girl, not pretty and blablabla. briefly, this boy mean so much to her. just very much.

the last, she's so fortunate that she could graduate well and enter college easily.
she knows that's just what her parents want.
and she feels like she has did anything to make her parents proud with good grades and good school.

but who knows, for almost 20 years she couldn't tell anything to her parents.
she live her life on the internet. she's just like girl online, telling everything on the internet because she had no idea whom she can share her life story.
even yes, she has some best friend that she believe.
then she trusts other cause she feel like no one listening when she's home.

she has bunch of dreams she haven't reach. she really wants to be a traveller. it's actually her highest level of success. because it's her happiness.
but some people don't understand there's different about pleasure and happiness.
pleasure is to have a good food, to wear a nice clothes and etc. maybe for other, that's food, clothes, money etc is happiness.

but for her, it's just pleasure.
she wants to catch her happiness. it had nothing to do with the boy she's in love in high school.
she wants to be a traveller since she's on the 9th grade of junior high school.
so early before she even know the boy.

in her studies, urban and regional planning,
she's taught to see a problem not only by one perspective. what make a city wealth, or what make a city bad isn't only from their economy. there are plenty of factors that can make a city become poor or wealth, comfort or not, and etc,

so does if she had a problem. if something wrong goes to her, it's not only because one factor.
it's not only about boy,

then what should we do to know what factor that really matter about that problem?
in her studies, she taught about knowing the problems, state a goal, collecting data, and analysis.

how if problem happen to someone?
then do collect data and analysis. and how to collect data? talk to them
the point is to understand what really happen. not predict, but find facts and reality.
those facts and realities will lead you to the root problems.

and then how you know what happen to her if you never collect that data?
how will you know if you never talk to her.
you never listen what's on her mind.
for almost 20 years.