Friday, December 27, 2013

Aku, Ibu, Gunung.

Halo.
Untung saya ingat kalau ada app blogger di hape. Jadi gak melulu ngetweet dan ngotorin timeline hehhe.

Kali ini saya mau cerita tentaang gunung. Yep.
Dulu waktu pertama masuk SMA, ada demo ekstrakurikuler dari kakak kelas saya.
Karena dulu waktu masuk SMA saya gak terlalu bahagia... (jujur aja haha).
Jadi sebenarnya saya gak tau mau ikut apa nanti waktu udah resmi jadi siswa SMA. Malah sempat kepikiran untuk gak ikut ekskul apapun. Yaa saking kecewanya saya waktu pengumuman SMA dulu hehehe.
Saya juga tahu sih sikap kaya gitu sudah pasti akan membawa kekecewaan saat saya mulai mencintai SMA saya suatu saat nanti.
Benar sajaa. Saya sekarang sedang ada di fase kecewa karena kelakuan saya saat masuk SMA dulu :)

Singkat cerita, karena saya nggak minat ikut apapun, saya perhatiin aja demo ekskul satu per satu. Kemudian saya sangat tertarik dengan ekskul 'pecinta alam'. Senior PA di sekolah saya waktu itu membangun flying fox mini dan memberi kesempatan siswa baru untum mencoba memanjat sebuah pohon. (Sekolah saya punya pohon yang sangat besar, bisa digunakan sebagai pengganti wall climbing).

Dari situ saya sudah tertarik. Entah kenapa. Padahal keluarga saya adalah keluarga mall. Jujur saja, dari semua keluarga saya gak ada satupun yang minat sama adventure. Waisatanya paling wisata belanja. Saya kecilpun lebih sering main di timezone atau naik bianglala di mall dan semacamnya. Eh bukannya sombong atau gimana lhoo ._. Tapi memang ada kan keluarga yang kalau liburan dari mall ke mall? Hehehe. Hanya bapak saya dulu waktu SMA dan kuliah pernah naik gunung dan lumayan sering backpackeran.

Tapi walaupun begitu, kalau saya gak salah ingat, dari SD pun saya udah ngikutin jejak petualang. Pokoknya jaman-jaman riani djangkaru itu deh. Ada juga jelajah dan acara-acara sejenis itu. Tapi jujur saya memang jarang sekali berlibur dengan keluarga saya ke tempat yang sunyi, berbau alam. Jadi sekadar menikmati dari layar televisi saja hehehe.

Nah lanjut ke demo PA saat saya MOS. Selain saya suka dengan kegiatan flying fox dan memanjatnya, sayapun dapat info kalau ikut PA itu kerjaannya jalan-jalan terus. Ya bener sih. Dari gunung ke gunung, pulau ke pulau. Ekspedisi demi ekspedisi. Jadi baru saya sadari saat saya kelas 3 SMP kalau saya punya minat akan backpacking dan petualangan. Bahkan saya jadi rajin baca buku-buku semacam backpacking hemat dan sejenisnya.

Selesai saya mengikuti semua demo ekskul, pulanglah saya ke rumah. Beberapa hari kemudian, guru BK mulai memberikan form ekskul yang harus diisi. Hanya berbekal demo ekskul dan minat jalan-jalan yang baru bangun saat SMP, saya pun memutuskan ingin mengisinya dengan PA. Lalu datanglah saya ke ibu saya. Meminta izin untuk ikut ekskul PA. Ternyata.... tanggapan ibu jauh sekali dengan ekspektasi saya ._.
Kalimat-kalimat semacam "nanti kalau kamu meninggal di gunung gimana" dan sebagainya satu per satu muncul sebagai tanda ketidaksetujuan.

Akhirnya saya mundur. Waktu itu jujur saja, saya tidak terlalu kecewa. Yaa ngapain kecewa kan niatnya malah gak mau ikut apa-apa hehehe. Yaudah saya dengan gampang mengisi form ekskul dengan ekskul yang lebih aman dan lebih cewek.

1,5 tahun berselang. Saya sudah kelas 2 hampir semester 2. Tiba-tiba saya punya gebetan. Jangan tanya hidup saya di SMA sebelum saya bertemu gebetan saya itu. Saya seperti salah fokus. Kesenangan saya pada Prancis terus bertambah apalagi saat saya mengikuti sebuah project yang membuat saya kenal dengan seorang bule Prancis. Ya intinya, antara jiwa dan raga saya seperti gak di satu tempat *alay* hahaha.

Ohya si gebetan. Pinter banget dia mulai percakapan sama saya. Dia mengawali dengan kamu kenapa sih suka Prancis segitunya dan pertanyaan sejenis. Lalu dia mulai mengatakan "kamu gak tau sih padahal Indonesia itu bagus banget loh". Okay, dia itu seorang PA di sekolah saya. Kemudian saya 'dicekoki' dia pengalaman-pengalaman ekspedisinya yang memang asik dan tak pernah saya alami. Saya pun balik bercerita kalau sebenarnya saya suka traveling, ingin sekali menjajal petualangan namun tak pernah kesampaian.

Singkat kata, akhirnya kami jadi lebih dari sekedar teman biasa. Di akhir kelas 2 saya dapat tugas membuat film. Dan kelompok saya sepakat membuatnya di Gunung Ungaran. Nah maka mendakilah saya untuk yang pertama kali. Perizinan? Jangan tanya berapa kali saya mencoba meyakinkan orang tua kalau saya akan baik-baik saja. Saya tau sih orang tua pasti cemas, saya gak punya latar belakang petualang2 kayak gitu. Keluarga gak ada yang pernah naik gunung pula. Yang ada malah berita2 di tv yang suka menayangkan pendaki hilang dan meninggal. Membuat orang tua saya makin tak sampai hati mengizinkan saya pergi. Tapi Alhamdulillah, akhirnya pergilah saya dan pulang dengan selamat.

Sejak saat itu, sampai detik ini, saya pun ketagihan ingin naik gunung lagi. Tapi selalu sulit untuk minta izin pada ibu saya. Saya gak mau jadi anak durhaka hanya karena ingin membereskan ketagihan naik gunung saya. Tapi saya pun takut kalau terus gak boleh, kesempatan saya naik gunung akan hilang.

Liburan kali ini, saya juga sedang sangat ingin mendaki. Tapi saya belum punya cukup keberanian untuk bicara pada ibu. Karena kali ini benar-benar mendaki... tak ada dalih membuat film ._.

Saya sangat menyayangi ibu saya. Dari dulu saya jarang punya perbedaan pendapat dengan ibu. Saya cenderung diam atas apa saja yang dikatakan ibu. Bahkan saya hampir tak pernah menceritakan apa yang sedang terjadi pada saya.

Dari kecil, saya cenderung mengikuti apa saja yang ibu saya mau. Saat saya menemukan minat saya jauuh dari apa yang ibu saya pernah bayangkan, saya pun bimbang. Apalagi ibu saya sering sekali berpikir kalau saya naik gunung hanya karena si gebetan yang sekarang itu lebih dari teman saya ._.

Saya galau.
Saya gak mau bikin ibu saya sakit karena khawatir mikir saya pergi.
Saya juga gak mau menentang orang tua dan semacamnya.
Saya pun sampai sekarang belum bisa membuat ibu saya tenang kalau saya pergi kemana-mana.

Tapi di lain sisi,
Saya ingin mewujudkan mimpi-mimpi saya, mumpung saya masih punya energi dan motivasi.
Saya kadang takut kalau suatu hari nanti ternyata Tuhan punya rencana yang tidak kita bayangkan, yang membuat saya tak akan pernah bisa menjajal dan menikmati langsung keindahan alamnya.

Saya takut.
Saya gak mau buat ibu saya kecewa.
Tapi saya juga gak bisa menghentikan keinginan saya untuk naik gunung lagi...

Thursday, December 05, 2013

"Berlebih"

Selamat siang.
Aku sedang jatuh cinta.

Ya pokoknya selama hari itu aku melihat dia, pasti aku jatuh cinta.
Sudah 8 bulan 21 hari ditambah 3 bulan lebih sekian hari yang aku tidak tahu tepatnya.
Tapi sampai hari ini, aku masih seperti orang kasmaran.

Sampai hari ini, aku masih seperti orang yang baru saja mendapatkan hatinya.
Sampai hari ini pula, ketika aku melihat dia, aku selalu merasa jatuh cinta.
Padahal sudah berapa kali dia membuat aku menangis.
Sudah berapa kali dia membuat aku bimbang apakah dia orangnya atau bukan.
Tapi tak terhitung pula berapa kali dia membuatku tersenyum dan bersyukur. Aku beruntung.
"Jatuh cinta tiap hari" ku ini terkesan berlebihan ya?

Mungkin dia adalah bintang kedua setelah bintang Polaris yang membuatku tak bisa beranjak.
Dia adalah Sirius.
Polaris mungkin akan tetap disitu. Di belahan bumi Utara. Tak berubah.
Tapi Sirius, dia bintang paling terang di kegelapan malam.
Allah saja berfirman tentang Bintang Sirius di Q.S An Najm ayat 49.
Dulu, ketika aku menyebut seseorang sebagai Polaris, aku merasa itu sudah berlebihan.
Dia menyebabkan blog ku ini mau tak mau memposting cerita tentangnya.
Dan kini, aku punya Sirius.
Entahlah, apakah itu berlebihan juga?

Aku tahu, semua yang berlebihan tak pernah baik. Aku hanya tahu. Tapi tak bisa kupraktekkan itu.
Termasuk saat mencintai Sirius.
Ada perasaan menyesal saat aku tak sengaja tak membalas pesannya.
Padahal, apa dia pernah begitu padaku? Entahlah.

Kadang, aku berpikir.
Kalau dia tahu cintaku saat melihat dia sebanyak ini, akankah dia menjaga atau malah mengabaikannya?
Dengan begitu ia tak perlu khawatir, ada tidak kah orang yang mencintainya.
Kalau dia akan selalu punya wanita yang mencintainya selain Ibu dan saudaranya, bisa jadi itu aku.
Aku disini mungkin terlalu berlebih padanya.

Berlebih memberi cinta?
Berlebih menaruh rasa khawatir?
Berlebih dalam mengagumimu?

Mungkin aku harus menghilang sekejap, hanya untuk mengetahui apakah dia menghargai berlebihku ini atau malah mungkin menganggapnya sesuatu yang mengganggu.
Sayangnya aku tak bisa.
Bahkan aku belum siap kecewa kalau ternyata kenyataan bukan seperti yang aku mau.
Aku benci kalau ternyata aku benar berlebih padanya.

Meskipun dia adalah sebuah Sirius, aku tak ingin berlebih kecewa karena berlebih mencintainya.
Akupun tak bisa menjamin.

Meski kau bintang paling terang di langit malam, akan kah cahayamu itu selalu tertuju untukku?
Semoga saja iya, Sirius.

Thursday, October 17, 2013

Padamu

I would never run away from you...
I would never ever lie to you...
I would never run away from you...
I would never ever let you down...

I Would Never - Mocca feat Karolina Komstedt

Ketika hatimu ikut mengiyakan lirik lagu ini,
meyakinkan dirimu untuk would never run away from him...
Tapi sisi hatimu yang lain memrotes tindakanmu,
meragukan dirimu untuk survive dengannya, dalam keadaannya...

Manusia berubah.
Semuanya memang harus berubah. Dan tak ada yang pasti dari perubahan itu.
Insanity is doing the same thing over and over again and expecting a different result.
The only certainty is uncertainty. 
2 kutipan itu mendukungnya.
Albert Einstein bilang, gila adalah melakukan hal yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda.
Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri.

Jadi, semua memang harus berubah.
Entah untuk menjadi lebih baik, menjadi berbeda, menjadi apapun.
Tapi bagaimana perubahan ketika kau jatuh cinta?
Apakah sama? Apakah setiap orang yang jatuh cinta juga harus berubah?
Berubah menjadi tidak cinta lagi?
Aku hanya pelajar Sekolah Menengah.
Memangnya aku tahu apa itu cinta?
Memangnya aku benar merasakannya?

Yang aku tahu, aku jatuh cinta.
Jatuh cinta itu anugerah, kata beberapa orang dewasa.
Aku jatuh cinta dan aku merasa jatuh cinta itu indah ketika dia ada.
Aku merasa jatuh cinta itu indah ketika dia memandangku, bicara denganku, tersenyum padaku.
Aku merasa jatuh cinta itu indah ketika teleponku berbunyi dan itu dia.
Aku merasa jatuh cinta itu indah ketika aku berjalan dan dia ada di satu koridor denganku.
Aku merasa jatuh cinta itu indah ketika yang aku tahu, senyumnya, kehangatannya, kata-kata manisnya, obrolannya, hanya diperuntukkan untuk aku...

Yang aku tidak tahu, bahwa aku masih jatuh cinta tapi mengapa terasa beda?
Ketika aku mulai tahu, aku bukan satu-satunya yang mendapat perhatiannya.
Ketika aku mulai tahu, dia tidak selalu nyaman bersamaku.
Ketika aku mulai tahu, dia memilih sesuatu yang lain daripada diriku.
Ketika aku mulai tahu, bukan dia yang membuat teleponku berbunyi.
Ketika aku mulai tahu, mungkin dia tidak jatuh cinta seperti aku jatuh cinta padanya...

Mengapa teman-temanku bisa membuat jatuh cinta seperti permainan?
Tidak perlu banyak usaha untuk bertahan, kalau memang sudah bosan, tinggalkan dan cari yang lain.
Mengapa dia juga pernah begitu?
Tapi mengapa aku tidak bisa begitu?
Apakah anugerahku untuk jatuh cinta padanya terlalu banyak?
Apakah anugerah yang dimiliki dia untuk jatuh cinta harus dibagi untuk beberapa kali jatuh cinta?

Aku sering merasa salah jatuh cinta.
Aku sering merasa memberikan sesuatu yang terlalu baik pada orang yang salah.
Aku sering merasa terlalu bodoh untuk tidak melepas orang yang mulai tidak peduli padaku...

Namun, meskipun kau kini berubah.
Meskipun yang aku tahu sekarang bukan hanya yang indah-indah,
aku hanya akan mencoba...
bertahan.

Meski semakin banyak junior yang genit padamu.
Meski aku tidak tahu siapa lagi yang bicara denganmu seperti kau bicara denganku.
Meski porsimu bertemu aku semakin berkurang.
Meski obrolanmu tak seheboh dulu.
Meski kita tak tertawa bersama sebanyak dulu.
Meski aku tahu, kau jelas-jelas berubah.
Meski aku tahu, kau berbeda.
Meski aku tahu, kita tidak seperti dulu...

Entahlah. Aku tidak bisa seperti mereka.
Yang begitu saja melepas seseorang yang katanya disayanginya.
Yang begitu saja mencari orang lagi dan bilang aku sayang kamu lagi.
Ketika saat itu aku bilang, aku juga menyayangimu, maka aku benar-benar menyayangimu.
Tidakkah sia-sia jika aku merelakanmu begitu saja?
Karena aku harus menerima konsekuensi jika ada yang tidak indah dari jatuh cinta padamu.
Karena aku............ menyayangimu.



Wednesday, June 26, 2013

Dibalik Kerasnya Karst Gunung Kidul


bonjour a tous :3

jadi, masa 'pengangguran' saya baru aja dimulai. sebenernya nggak pengangguran juga sih, tergantung seberapa kreatif kamu mengisi kekosongan 3 minggu ini hehehe.
yep! finally, libur kenaikan kelas<3<3

sebelum memulai masa-masa sibuk sebagai anak kelas 3, saya benar-benar ingin memaksimalkan 3 minggu ini buat seneng-seneng, refreshing, mencari hal baru! yesss, sebagai mantan-calon anak pecinta alam (gagal masuk, krn udah ga dapet ijin duluan) wakaka. saya selalu pengen memanfaatkan kesempatan buat pergi atau mencoba hal yg belum pernah saya tahu sebelumnya :))

dan tanggal 23 kemarin saya melakukan one day trip ke Gunung Kidul, mencoba mencari pantai-pantai yang sekarang lagi eksis diomongin orang-orang hehehe. karena penasaran, dan kebetulan lagi di Jogja, akhirnya saya coba deh pantai dibalik 'Kerasnya Karst Gunung Kidul' itu. dan ternyata... jauh ._.

ini  direction dari hotel tmpat saya nginep, deket bandara Adi Sucipto
menurut google: 62km dgn jarak tempuh 1 jam 22 menit.
tapi tetep gas dong! udah sampe Jogja juga~~ dan memang nggak mengecewakan sih:) waktu on the way aja udah disuguhin pemandangan yg keren-keren.
salah satunya adalah Bukit Patuk! kalau malam bisa jadi bukit bintang ala Novel Travel in Love nih (besok-besok saya tulis sinopsis novelnya deh :p)

Jogja dari Bukit Patuk (pict: google images)

Gerbang Masuk Wilayah Gunung Kidul
saya nggak bisa nyebutin nama pantainya karenaa... waktu parkir mobil nggak ada plang itu pantai apa._.
ya intinya ada di kecamatan Tepus dan salah satu dari pantai  Lambor, Sundak, Ngetun, Ngondo, Nguluran, Ngungap, Pakundon, Sawahan, Siung, Ngandong, Seruni, Songlibeng, Watutogok, Weru, Timang, Muncar, Slili, Pulang Sawal, Kelosirat, PokTunggal (wikipedia). yah meskipun saya rencananya mau ke Pantai Indrayanti atau Pulang Sawal, tapi yaudahlah karena satu garis langsung parkir aja hehehe.

btw karena itu hari Minggu traffic ke Gunung Kidul dan keadaan Pantainya rame semua. tapi tetep nggak mengecewakan kok. di Pantai-entah-apa-namanya itu masih bersih, pasirnya putih, cuma sayangnya yaa berkarang, jadi setelah sampai bibir pantai nggak bisa langsung lari (kecuali kalo mau kakinya lecet-lecet).

kenapa judulnya "dibalik kerasnya karst..."
keadaan pantai yang lumayan rame

whenever I am you always remembered-- wkwks. caption di ig tuh :p
begitu turun dari mobil yang udah di parkir, saya langsung 'tercegat' sama ibu-ibu yang buka jasa penyewaan payung. "20.000 mawon bu, sakpuase. pripun?" begitu katanya pada ibu saya. akhirnya daripada nggak ada tempat buat ngiyup dan duduk, deal-deal saja lah.

deretan payung warna-warni. udah mirip Kuta kan? hahah

ati-ati jalannya, full karang :)
oh ya, selain harus hati-hati karena kita bakal jalan diatas karang (bukan langsung pasir), harus hati-hati sama landak laut juga nih. atau biasanya bulu babi. sebenernya nggak bakal nginjek sih karena mereka mumpet di dalem karang. menurut hasil googling, bulu babi itu ada yg beracun. tapi di beberapa tempat malah ada yang dimakan-_- tapi yang jelas jangan diinjek aja lah karena dia jelas-jelas berduri... dan kalo kena kaki pasti sakit...

Bulu Babi/Landak Laut/Echinoidea

pada mumpet di dalem karang kaan
btw ada yang inget sama kelomang nggak? yup "mainan" jaman SD, semacam keong yang kecil begitu. cangkangnya sering dilukis sama yang jual dan dibikinin rumahnya juga. disini... kita bisa kepikiran buka usaha jual lomang juga lho, saking banyaknya benda itu:)) *ngelawak ga lucu...

bagian dari masa kecilku, bagaimana dengan kalian? :p
kelomang ori (tanpa cat kaya yg dijual di depan SD) wkwk

bentuk pantainya miring
setelah foto sana sini dan cukup pegel karena harus berdiri dan jalan-jalan diatas karang, saya memutuskan ke payung sewaan dan istirahat. daann... panas-panas gini nyenengin banget nemu ibu-ibu jualan degan alias kelapa muda:)

aku ingin kau disampingku kemanapun kaki ini menapak :') *ceilaaah...
degan dulu. 10ribu aja, super seger dan isinya gak abis-abis.

finally! when the sea meet the sky :)
well done. hanya begitu yang bisa saya share di perjalanan kali ini. untuk masalah jalannya kesana, karena nggak terlalu paham, jadi nggak saya tulis disini daripada menyesatkan yang baca hehe:)
oh ya masalah kuliner, emm saya lihat sih belum terlalu banyak warung yang jual makanan khas pantai Gunung Kidul. ya warungnya jual makanan standart deh, ada bakso dan lain-lain begitu.

tapi so far, destinasi ini recommended sekali buat yang sering ke Jogja tapi bosen sama Malioboro, Pasar Beringharjo, Keraton dan kawan-kawannya. layak dicoba kok, bisa nge refresh otak :)

sekian. see you. xoxo



Friday, June 21, 2013

Review

Sigh!
Hi everyone :3
saya baru saja me-review blog ini. review yang bener-bener review.
dari jaman nulis 'aku' itu masih 'aq' wakaka, sampai post terakhir saya yang galau karena orang baru itu :p
saya merasa akhir-akhir ini mulai jarang nulis. nulis apa aja deh.
ya mungkin cuma nge tweet nge tweet itupun kayanya udah ngga terlalu banyak.
sekarang saya lagi semangat banget sama hal-hal berbau desain dan editing.
dan diumur saya yang udah 17 ini, saya masih sering merasa bimbang, mau kemana sebenarnya.
ya saya jelas tau, saya mau ke Prancis. tapi apa bidangnya? mau menekuni apa?

back to my blog review first ya,
gila ternyata saya waktu SMP dan punya cerita sama "that boy", kaya orang autis galaunya...
setiap post yang ada di blog ini mengandung unsur orang itu dan rangkaian kata-kata saya yang galau-_-
dan btw sampai sekarang, beberapa post masih nangkring dengan sempurna. dengan bahasa jaman SMP,
bahasa bocah yang nggak ngerti dia kenapa terus nulis-nulis galau ala kadarnya ahaha. lucu ya.

saya bukannya nggak bergerak dari masa lalu, tapi saya juga nggak bertahan dari itu.
kenapa saya membiarkan beberapa post jaman SMP tetep nangkring di blog ini?
saya suka aja karena dari situ, saya pelan-pelan bisa me-review diri saya.
dari yang dulu cuma tulisan galau tanpa gambar dan nggak jelas arahnya, sekarang saya mulai menaikkan kualitas blog ini, perlahan.
saya mulai mendokumentasikan tiap perjalanan saya dan, post disini nggak melulu galau :)

intinya, semua orang punya masa lalu. masa lalu itu banyak sedikit yang membuat kita jadi kaya sekarang ini.
saya nggak mau hidup saya terbayang masa lalu. masa lalu itu cuma berfungsi sebagai pelajaran, bukan sebagai bahan galauan, apalagi diungkit-ungkit terus. 

sekian. see you.

Tuesday, May 07, 2013

should it... ?

It just had started.
It just begin.
Should it be ended?

I feel so complicated.
I live in the deep of guilty feeling.
I just can't smile like I did yesterday.
I just can't find what's missing, but I know something is missing.
I ruin all of the things by myself.
I hurt myself because of what I've done.
I just don't know what should I do.

You.
You're still my brightest star.
You're still the one who have sweetest smile in my world.
You're still own both of my dream world and my real world.
You're still, the one who have all of this feeling, whole my heart.

I know how strong you are.
I know that you may not care at all with what happen to me.
I know sweet words will not change your mind.
I know that how loud I cry, how long I beg you, you're still be you.
If you don't care, you will keep don't care.

You.
A boy with strong mind and decision.
You.
You're still the only one who had opened my heart, since it's closed for a very long time.
You.
You're still the only one who can make me start to believe again.
Believing in love, believing that someone is deserve myself.
You.
You did everything that make me happy, glad, be grateful.

You.
Please don't go...

Thursday, April 25, 2013

Matahari Puncak Ungaran - Sebuah Perjalanan Hati 15032013

Heeyyyy!
Finally I arrived on the Mountain Summit :D
salah satu keinginan lama sejak saya kenal sama sahabat saya yang lumayan sering naik gunung, untuk ukuran cewek dan masih SMA.
dan kemudian "naik gunung" bukan lagi keinginan, tapi target sejak saya kenal dia.
and with this, my love story just had begun again :)




bulan Maret kemarin saya mendaki Gunung Ungaran. Gunung yang terdekat dari rumah sekaligus medan dan tingginya nggak terlalu buat orang yang baru pertama kali naik gunung. Minta ijin dari bulan Desember, barulah target saya tercapai di bulan Maret. yaudah nggak papa sih. lumayan buat saya yang itungannya susah dapet ijin:)

ceritanya gimana?
this time I'm not going to tell you about the love story hehehe, I just wanna share what I feel in my first experience hike a mountain and reach the top of it. it was sooooo amazing!
meskipun mungkin buat para pendaki Gunung Ungaran itu nggak seberapa (nggak seberapa kesulitannya untuk didaki maksudnya), tapi saya teteplah seneng banget akhirnya menginjakan kaki di sebuah kenampakan alam yang namanya Gunung. Fyi, Gunung Ungaran tingginya 2.050 mdpl dan desa terakhirnya cuma 1-2 jam naik motor dari rumah saya. asik banget!

Jadi ceritanya, saya ke Ungaran sekaligus buat shooting film. karena kelompok tugas film saya kebanyakan adalah kaum adam, mau nggak mau cerita cinta, cerita ala sinetron dan sebangsanya udah pasti dicoret dari daftar:D ya karena bulan-bulan itu kami banyak libur karena urusan kelas 12, akhirnya sekalian main-main dan untuk saya pribadi, untuk mencapai target saya :p (oke sebenarnya bukan target saya, lebih ke target dia. tapi saya juga nggak sabar sih hehehe)

Kami menempuh jalur pendakian lewat Desa Promasan, Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah naik motor. hari itu 5 motor beriringan, lalu ada 2 motor lagi dari anak pecinta alam sekolah saya yang ikut gabung dan bantu pembuatan filmnya :)

Motor yang saya boncengin: bocor ban nya waktu perjalanan ke Promasan...
Narsis dulu di Kebun Teh sembari nungguin motornya bener:)
@dyllasugarcream. satu-satunya partner cewek saya! haha

Kami berangkat dari Semarang sekitar pukul 11 siang. karena medan yang cukup sulit dilewati motor dan ada kasus ban gembes juga, kami baru sampai di Promasan sekitar jam setengah 1 siang. dan rencana pendakian yang siang pun benar-benar harus ditunda karena tepat saat kami sampai di rumah Biyung (salah satu rumah penduduk yang sudah akrab dengan anak pecinta alam sekolah saya), hujan turun sangat deras. Oh ya sebenernya pengen banget nunjukin Camp Biyung itu kaya apa, tp sayangnya waktu sampe sana hujan deras dan semua langsung menikmati masak-masak bersama hehehe :)

Akhirnya ketua rombongan mutusin pendakiannya dimulai jam 2 pagi besok. jadilah dari jam 1 siang sampai malam kami semua quality time di camp biyung. mulai dari masak-masak, ketawa-ketiwi bareng, ngobrol, main main nggak jelas, ada yang sepik-sepikan dan akhirnya tidur buat nyiapin besok pagi buta :)

Tepat sebelum mulai pendakian :)
Nungguin sunrise di Pos-entah-apa-namanya. Kurang seperempat perjalanan sampai puncak.

Semarang dari Pos-entah-apa-namanya. Sekitar pukul 4 pagi. asli kereen u,u

Sunrise di Pos-entah-apa-namanya. Tepat sebelum melanjutkan perjalanan ke Puncak :)

Puncak Ungaran 2.050 mdpl

Alhamdulillah kami ber sepuluh berhasil sampai di Puncak Ungaran dan kembali lagi ke Semarang dalam keadaan sehat, utuh tanpa kurang suatu apapun! :)

Bagi saya, perjalanan pertama ke gunung ini nggak hanya perjalanan fisik. nggak hanya gaya-gaya an pergi ke gunung, nggak semata-mata hanya untuk tugas, dan nggak hanya liburan. buat saya, ke Gunung Ungaran saat itu adalah perjalanan hati :)

Mau Ke Mana?

Haloooooo!
lama nggak nulis. lama nggak cerita-cerita juga. 
cerita terakhir yang saya tulis adalah laporan widyawisata ke Bali sekitar seminggu yang lalu.
dan waktu saya baca cerita itu saya merasa aneh. ceritanya kurang menyenangkan buat dibaca menurut saya. bahkan saya nggak tau mau cerita apa. padahal biasanya saya nggak bisa berhenti kalau harus cerita seperti itu.

lalu saya berpikir, apa itu cuma karena mood?
atau emang tiba-tiba saya nggak suka nulis lagi?
akhir-akhir ini saya emang merasa nggak tau mau kemana.
banyak hal yang pengen saya lakukan, tapi semuanya serba setengah-setengah.
mulai dari nulis, design, backpacking, bahkan sampai sekolah pun saya galau.
galau karena nggak tau sebenernya apa yang mau saya lakukan.

setelah stalking orang-orang yang menurut saya keren,
saya pun semakin galau.
mereka fokus sama hal-hal yang mereka suka.
dan mereka keliatan keren ketika berada di bidangnya.
saya pengen jadi yang seperti itu.
yang keliatan keren waktu di bidangnya.
masalahnya, beberapa waktu terakhir ini terlalu banyak hal yang pengen saya lakukan,
sampe saya nggak tau sebenernya Mau Ke Mana?

saya iri sama orang-orang yang udah fokus.
yang udah tau mau kemana dan udah tau akan jadi seperti apa.
ya semoga saja setelah post ini dan sedikit perenungan, saya segera tau kemana saya harus pergi.

oh ya bytheway, someone told me that I might change my url address not to "onthewaydreams" anymore.
ya menurut dia si pemberi saran, "masa kamu ontheway terus? nanti nggak sampe-sampe loh"
hahaha. ya cukup ada benarnya juga sih. and here we are, I'm going back to make it become nedianasaa. *because nedianasa is unavailable. who use it? :/