Saturday, October 24, 2009

eye

magellans pattien roberto

pagi itu aku terburu-buru. aku bangun kesiangan dan akhirnya, aku harus berdesak-desakan dalam bus itu. bus nomor 13. sial. batinku.
namun daripada aku sampai di sekolah lebih siang lagi, aku memutuskan naik bus itu.
setelah jalan kira-kira 30 menit, bus itu mulai cukup renggang.
seorang gadis berkacamata disampingku menawarkan tempat duduk kosong, namun aku menolak. bukan apa-apa, guru ku selalu berkata, 'utamakan perempuan dan orang tua ketika kau berada di tempat umum'

namun, ketika aku melihat wajah gadis itu secara jelas, aku merasa dia tampak berbeda. cantik, manis, berambut pirang sekilas tak ada yang berbeda dari kebanyakan gadis cantik yang pernah kulihat. hanya saja, dua mata nya membuatku tertarik. bukan bola matanya, namun kelopak matanya. ya ! aku tak tau apa yang membedakannya. entah kenapa aku begitu tertarik dan penasaran terhadap gadis itu, hanya karena kelopak matanya. aku berusaha mencari tahu perbedaan kelopak matanya dengan kelopak mata gadis lain. tetapi sampai gadis itu turun, aku belum bisa menemukannya.

venesie dissant carlotta

seperti biasa. bus penuh sesak dan pemandangan orang-orang yang cukup sering aku lihat ketika aku berangkat sekolah. biasanya aku bisa berangkat tidak sesiang ini. apalagi jika aku butuh bertanya pada teman ku yang jagoan matematika tentang pekerjaan rumah yang belum 100% aku selesaikan. aku hanya bisa mendengus kesal kapan balok berjalan ini sampai di sekolahku.

29 menit setelah aku menaiki bus berangka sial itu, tepat didepan posisiku berdiri ada kursi kosong. seluruh tubuhku seperti mengomando untuk segera duduk di tempat itu. tak segera mengikuti omelan sekujur tubuhku yang telah lelah, aku menengok kanan kiri mungkin ada orang yang lebih membutuhkan daripada aku. seorang pria berwajah cukup tampan, tinggi tersenyum padaku, aku memasang ekspresi seolah menanyakan apakah ia perlu duduk. ternyata jawabannya seperti harapanku. dia mempersilahkan aku. harusnya dia memang melakukan itu. gurunya pasti mengajarkan untuk mengutamakan wanita ketika berada di tempat umum.

setelah aku duduk, aku memperhatikan pria itu lagi. sepertinya aku tidak asing dengan wajahnya. aku seperti pernah melihatnya. beberapa kali mungkin. aku berusaha menguras ingatanku untuk menebak siapa dia. tapi nihil sampai aku bersiap untuk turun dari bus angka sial itu. aku memutuskan, aku akan mencari tahunya lagi. tak masalah bila aku harus memulainya dari nol. ya. aku akan mencarimu. akhirnya pagi itu aku tersenyum setelah semalam aku ditemani air mataku yang tak dapat dikontrol hanya karena sebuah alasan yang bodoh dan konyol, menurutku. sekali lagi aku melihat wajah pria itu. begitu menarik. seolah aku pernah menyukainya sebelum ini. saat aku hampir turun, ku dengar dia bicara di ponselnya, 'kau kan tahu ! aku benci gadis cengeng ! ingat itu !! aku tak mau lagi ada gadis cengeng mengusik hidupku !' seketika itu, aku kembali merasakan seperti yang semalam aku rasakan. hanya saja, air mataku masih bisa diajak bekerja sama. aku begitu menyesal. aku seolah kehilangan harapan dan aku merasa aku adalah orang terbodoh saat itu.

2 comments:

  1. aku mudeng jalan ceritamu.
    si venesie mbek magellans kan tau ketemu to ?

    ReplyDelete
  2. bukaaan.
    lebih rumit. tpi a mlah lali meh tak gwe pie. wgwg

    ReplyDelete