Thursday, December 05, 2013

"Berlebih"

Selamat siang.
Aku sedang jatuh cinta.

Ya pokoknya selama hari itu aku melihat dia, pasti aku jatuh cinta.
Sudah 8 bulan 21 hari ditambah 3 bulan lebih sekian hari yang aku tidak tahu tepatnya.
Tapi sampai hari ini, aku masih seperti orang kasmaran.

Sampai hari ini, aku masih seperti orang yang baru saja mendapatkan hatinya.
Sampai hari ini pula, ketika aku melihat dia, aku selalu merasa jatuh cinta.
Padahal sudah berapa kali dia membuat aku menangis.
Sudah berapa kali dia membuat aku bimbang apakah dia orangnya atau bukan.
Tapi tak terhitung pula berapa kali dia membuatku tersenyum dan bersyukur. Aku beruntung.
"Jatuh cinta tiap hari" ku ini terkesan berlebihan ya?

Mungkin dia adalah bintang kedua setelah bintang Polaris yang membuatku tak bisa beranjak.
Dia adalah Sirius.
Polaris mungkin akan tetap disitu. Di belahan bumi Utara. Tak berubah.
Tapi Sirius, dia bintang paling terang di kegelapan malam.
Allah saja berfirman tentang Bintang Sirius di Q.S An Najm ayat 49.
Dulu, ketika aku menyebut seseorang sebagai Polaris, aku merasa itu sudah berlebihan.
Dia menyebabkan blog ku ini mau tak mau memposting cerita tentangnya.
Dan kini, aku punya Sirius.
Entahlah, apakah itu berlebihan juga?

Aku tahu, semua yang berlebihan tak pernah baik. Aku hanya tahu. Tapi tak bisa kupraktekkan itu.
Termasuk saat mencintai Sirius.
Ada perasaan menyesal saat aku tak sengaja tak membalas pesannya.
Padahal, apa dia pernah begitu padaku? Entahlah.

Kadang, aku berpikir.
Kalau dia tahu cintaku saat melihat dia sebanyak ini, akankah dia menjaga atau malah mengabaikannya?
Dengan begitu ia tak perlu khawatir, ada tidak kah orang yang mencintainya.
Kalau dia akan selalu punya wanita yang mencintainya selain Ibu dan saudaranya, bisa jadi itu aku.
Aku disini mungkin terlalu berlebih padanya.

Berlebih memberi cinta?
Berlebih menaruh rasa khawatir?
Berlebih dalam mengagumimu?

Mungkin aku harus menghilang sekejap, hanya untuk mengetahui apakah dia menghargai berlebihku ini atau malah mungkin menganggapnya sesuatu yang mengganggu.
Sayangnya aku tak bisa.
Bahkan aku belum siap kecewa kalau ternyata kenyataan bukan seperti yang aku mau.
Aku benci kalau ternyata aku benar berlebih padanya.

Meskipun dia adalah sebuah Sirius, aku tak ingin berlebih kecewa karena berlebih mencintainya.
Akupun tak bisa menjamin.

Meski kau bintang paling terang di langit malam, akan kah cahayamu itu selalu tertuju untukku?
Semoga saja iya, Sirius.

No comments:

Post a Comment