hai blog.
ingatkah kau dengan seseorang yang dulu selalu aku sebut-sebut namanya disini?
seseorang yang selalu aku ceritakan disini, dari awal aku mengenalnya sampai kemudian kami benar-benar tak berkomunikasi lagi?
aku pikir dia sudah benar-benar pergi. dari realita, dari hidupku, dari social network ku, dari otak ku, dari hatiku.
apalagi setelah orang itu datang. yang awalnya kupikir hanya seorang sahabat. dan ternyata dia menjadi berbeda daripada itu. dan pada akhirnya dia pun juga menyakiti dan pergi. sungguh sejak kepergiannya, aku sulit untuk percaya lagi dengan mahluk bernama laki-laki.
namun tiba-tiba pikiran tentang dia, muncul lagi.
aku sudah pernah merasa bahagia karena akhirnya aku benar-benar tidak menggubrisnya. aku benar-benar merelakan dia pergi dan aku sudah tidak mengharapkan dia kembali. aku sudah move on.
tapi aku kecewa setelah sahabat yang salah memilih status itu menyakiti ku. aku merasa aku tidak pernah dihargai. sungguh. setelah kekecewaan ku dan aku telah menyumpah untuk tidak mudah percaya pada laki-laki lagi, pikiran tentang dia justru kembali menghantui.
untuk dia yang disana, aku tak tahu mengapa kau begitu sulit dimatikan? aku ingin menikmati hidup ku saat ini tanpa harus terbayang-bayang dirimu. dirimu sudah jauh disana. aku sudah melepasnya. kenapa kau datang lagi?
dan untuk seorang sahabat yang menyakiti. aku memang salah. seharusnya aku tahu kalau kita lebih dari sahabat semuanya akan berbeda. dan hai sahabat, tahu kah kau? ketika aku bersama mu aku sudah benar-benar menyerahkan hatiku. aku mempercayakannya padamu. aku benar-benar tak memiliki harapan lagi pada dia. aku sungguh-sungguh melepasnya untuk dirimu. tapi kenapa? kau mengecewakan, kau membuatku sakit lebih dari yang dia pernah lakukan padaku. ketika namanya mulai terganti oleh ceritamu, aku benar-benar berpikir ini sudah selesai. 13 bulan ku sudah selesai. ternyata justru kau lah yang membuatku terbayang dirinya lagi.
ketika aku benar-benar tak bisa percaya oleh laki-laki, kenapa aku masih memberikan hati dan pikiranku untuk dia?
No comments:
Post a Comment