halo.
siapa nih yang udah SMA?
rasanya gimana sih? banyak tugas, temennya makin macem-macem, termasuk makin banyak yang rese dan gak sesuai sama kita, gurunya (mungkin) ada yang pelit nilai juga padahal butuh nilai banget buat snmptn undangan dan sebagainya dan sebagainya.
dulu aku gak mau SMA.
bukannya pengen gak lulus dari SMP :(
dulu aku terlalu ikut arus utama dan gak mau masuk SMA tertentu.
jujur banget-_- yaudah gapapa lah daripada memendam cerita 3 tahun *halah.
ternyata, Allah nggak jawab "ya" untuk doaku.
berarti, kemungkinan Allah jawab "rencanaKu lebih baik".
tapi apaya aku tau kalo itu lebih baik?
kemudian hidupku di awal masa SMA,
mau gak mau ya sekolah di tempat yang Allah rencanakan,
bukan di tempat yang aku rencanakan.
apaya aku mau sekolah disitu?
mau ya mau tapi kan banyak misuh nya.
apaya aku mau mulai kenalan lagi dari awal sama anak-anak disitu?
mau sih, tapi pikiran udah kadung bilang kalo kayanya banyak yang kurang friendly.
akhirnya, aku masuk kelas 'terpencil'. jauh dari ruang kelas X yang lain.
tanpa ekskul selain pramuka dan selalu pulang tepat setelah bel pulang bunyi.
"gak tau ah, aku cuma mau sekolah aja disini. gak mau aneh-aneh, gak ikut macem-macem"
itulah kalimat yang aku ucapin sekitar 3 tahun yang lalu, waktu aku masuk SMA.
kenapa bisa segitu gak sukanya sama SMA yang aku tempatin?
sebenernya bukan gak suka...
tapi karena aku udah terlanjur nyaman sama sahabat2 yang masuk SMA tetangga.
karena aku udah berpikir kalo SMA ini hanya untuk kalangan 'orang atas'.
yaudah, singkat cerita aku melalui 1,5 tahun SMA tanpa banyak temen... kecuali temen sekelas sih.
tanpa ekskul yang jelas...bahkan sampe kelas 2 waktu ekskul lagi gencar2nya banyak kegiatan...
bahkan aku sampe berpikir kalo kutipan "masa SMA itu masa yang paling indah..." itu bullsh*t.
semua karena satu hal, karena aku masih membayangkan rasa nyaman bisa satu sekolah lagi sama sahabat-sahabat dan temen2 deketku, temen2 yang udah pada ngertiin aku..
karena aku gak mau mencoba keluar dari bayang-bayang zona nyaman itu.
padahal, kita harus punya kemampuan untuk cepet beradaptasi kalo mau jadi orang yang baik dan sukses.
dan aku belum bisa mempraktekkan kemampuan itu sampai 1,5 tahun berjalan di SMA...
yang ada aku malah aktif di organisasi luar, yang kerja samanya sama Universitas.
aku menemukan kebahagiaanku yang lain di organisasi luar itu. aku ketemu bule Prancis, kenalan, jadi kaya kakak adik... aku juga punya temen-temen dari SMA yang beda-beda pula. pokoknya aku bahagia.
sampai kadang aku lupa aku juga masih sekolah di SMAku.
tapi setelah project di organisasi luar itu bubar, aku ikut bubar.
aku nangis di sekolah karena si bule Prancisku udah balik ke Prancis. semuanya balik ke rutinitas mereka di awal. dan aku merasa aku nggak punya rutinitas berarti sebelum aku join project itu.
ya, akhirnya aku balik ke dunia SMA ku masih cukup misuh, tapi nggak sebanyak dulu.
aku ada di kelas baru. orang-orang baru. ya sebenernya orang baru itu mantan anak-anak di kelas sebelahku, cuma ya tetep aja aku banyak yang nggak tau.
nggak lama sejak kepulangan bule Prancis dan bubarnya project itu, aku mulai menyadari seseorang di kelasku.
orangnya eksis. eksis abis. ikut ekskul terkenal di SMA ku.
banyak temen, iya.
nakal, lumayan.
gaul, iyasih.
tipe-tipenya cewek gaul, kayaknya.
tapi kesadaran ku sama dia bukan kaya liat terus suka... bukan bukan.
cuma sadar kalau dia yang selama ini duduk di sebelah mejaku.
dan pakai sepatu yang keren. iya, sepatu gunung.
nggak lebih dari itu.
alasan lain sih ya karena itu tadi, strata sosial dia di sekolah ini beda banget sama aku yang nggak kenal siapa-siapa. jadi aku mau berharap apa?
bersambung...
No comments:
Post a Comment