Hari ini "kelihatannya" nggak ngapa-ngapain. Cuma duduk di depan laptop dari pagi sampai sore, ngerjain deadline. Tapi kok capek yha.
Mungkin masih banyak ya, yang menganggap pekerjaan freelance itu "apaan sih ga jelas". Yha kalau dibandingkan sama pegawai yang jelas tiap bulan dapet berapa memang nggak jelas sih~ Tapi bukan berarti freelancer nggak ngapa-ngapain. Duduk di depan laptop dari pagi sampai sore, nyari inspirasi, pegel-pegel, deadline ketat, client banyak mau tapi minimalis tuh melelahkan~
Di mata pebisnis, mungkin karyawan atau pegawai juga kurang oke. Sebaliknya, di mata fresh graduate yang-lulus-langsung-kerja-kantoran, temannya yang baru merintis bisnis juga bisa dianggap "nggak kerja". Nggak bisa ditulis di CV. Nggak ada posisi formalnya. Ehe.
Kalo kata orang-orang, apapun pekerjaannya yang penting halal dan dikerjakan sungguh-sungguh. Klasik, tapi lagi-lagi benar.
Jujur aku lebih menghargai tukang parkir yang dengan benar dan baik hati mengarahkan dan bantu nyebrang, daripada resepsionis yang jutek dan kalo ditanya arah cuma nunjuk pake mulut (kebayang nggak sih ini wkwkw).
Aku lebih menghargai orang yang bahasanya di chat pendek-pendek tapi transfernya cepet daripada orang yang kalau chat pakai emoji love love tapi suka telat bayar WKWKWK *dilema freelancer*
Cantik, ganteng itu bagus, bikin adem liatnya. Kaya raya juga bagus, bikin orang lain termotivasi apalagi kalo dermawan juga. Mantap lah. Tapi menurutku satu yang lebih bagus dan suka dilupakan orang, nggak menyepelekan dan nggak nyusahin orang lain.
Ya akupun masih belajar jadi manusia yang menghargai kerjaan orang lain gak sekedar memandang derajatnya, tapi juga dari kerja keras dan attitudenya.
@30haribercerita #30haribercerita #30HBC19 #30HBC1903
No comments:
Post a Comment